Centre Of Terrorism and Radicalism Studies – CTRS

Centre Of Terrorism and Radicalism Studies (CTRS)- Police Science College (PSC) disebut juga dengan Pusat Studi Terorisme Radikalisme (PSTR) – Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Jakarta melakukan penelitian di Kabupaten Tuban dengan sistem tatap muka dan diskusi bersama, serta mengisi kuesioner penelitian tentang keterlibatan peran perempuan dalam aksi terorisme, di Kayu Manis resto, Tuban, Jumat (12/10/2018).
Kegiatan tersebut menghadirkan jajaran petinggi Polres Tuban, tokoh agama, tokoh masyarakat, mahasiswa, tokoh elemen perempuan dan beberapa perwakilan media yang ada di Kabupaten Tuban.
Kabag Sumda Polres Tuban, Kompol Masduki mewakili Kapolres Tuban, AKBP Nanang Haryono dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada ketua tim dan rombongan seminar dari tim pusat studi terorisme dan radikalisme CTRS – PTIK di wilayah hukum Polres Tuban.
Sementara itu, Kombes. Pol. J.A. Timisela, ketua tim penelitian PSTR – PTIK, Kombes Pol Frankie S Pakpahan.. Peneliti DR Tigor Sotarduka Sitorus. Inspektorat Nicho Hezron SH.,MBA.,MH. Peneliti DR (C) Syarifuddin. Peneliti Drs Rahmadsyah Lubis. menjelaskan maksud dan tujuan kegiatan tersebut sebagai bahan kajian ilmiah untuk mendapatkan ilmu yang nantinya akan diberikan kepada para peserta didik di PTIK Polri. “PSTR / CTRS ini baru dibentuk pada Juli 2018 saat Dies Natalis ke-72 PTIK,”.
Perwira berdarah Ambon ini menerangkan, berdirinya PSTR / CTRS ini atas saran Kapolri, dengan harapan ke depan bisa mentransfer kajian ilmu tentang terorisme dan radikalisme dengan pola-pola pencegahan.
Pihaknya juga menjelaskan, penelitian itu digelar di berbagai wilayah hukum Polri di Indonesia, termasuk di antaranya wilayah hukum Polres Tuban, Jawa Timur. “Saat ini telah terjadi fenomena baru dengan kejadian bom pada Mei silam di Surabaya, di mana pelakunya adalah perempuan, sehingga perlu dilakukan kajian dan penelitian lebih dalam,” ucapnya.
Sehingga nanti, lanjut mantan Tim Supervisi Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri ini, hasilnya akan dikaji secara akademis di PTIK, kemudian menjadi rujukan bagaimana Polri dapat mencegah terorisme bersama-sama masyarakat.
“Kami (Polri) akan mengadakan seminar sehari di mana sebanyak 70 negara akan diundang dalam kaitannya diskusi tentang keterlibatan perempuan dalam aksi terorisme dan radikalisme,” pungkas perwira yang juga mantan Dir Res Narkoba Polda Sumsel ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *