KEUNTUNGAN BANK SYARIAH DIBANDINGKAN DENGAN BANK KONVENSIONAL

Oleh : Jesse Philip Hutadjulu
Mahasiswa Binus University Jurusan Business Law
Dewasa ini, Bank dengan berpedoman prinsip-prinsip syariah atau yang lebih dikenal dengan Bank Syariah. Tak hanya dari kalangan Islam saja, tetapi bagi kalangan non muslim juga. Hal tersebut terlihat dari makin banyaknya nasabah pada bank-bank syariah. Hal ini menunjukkan nilai-nilai Islam dapat diterima dengan baik oleh berbagai kalangan karena bersifat universal dan tidak ekslusif hanya untuk kalangan muslim saja. Sejak dari awal kemunculannya pada awal 1990an. Di Indonesia perangkat hukumnya ialah mengacu pada Undang-undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah (UU Perbankan Syariah).
Dalam Pasal 1 angka 1 UU Perbankan Syariah dijelaskan bahwa Perbankan Syariah adalah segala sesuatu yang menyangkut tentang Bank Syariah dan Unit Usaha Syariah, mencakup kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan usahanya.
Secara garis besar, Bank Syariah memiliki beberapa keunggulan apabila dibandingkan dengan bank konvensional yaitu:
Berpedoman Pada Prinsip-Prinsip Syariah
Kelebihan ini karena segala kegiatan operasional dilakukan dengan prinsip prinsip dan aturan Islam dengan pengawasan ketat dari MUI dan pemerintah. Dalam perbankan syariah dalam kegiatan usaha tidak mengandung unsur-unsur yang diharamkan oleh syariat Islam yaitu Riba, Maisir, Gharar, Haram, Zalim. Akad yang dipakai misalnya:
a. Mudharabah (bagi hasil) : akad kerja sama antara dua pihak dimana pihak pertama bertugas menyediakan modal sedangkan pihak lainnya bertugas menjadi pelaksana atau pengelola. Keuntungan usaha dibagi menurut kesepakatan yang dituangkan dalam kontrak, sedangkan apabila rugi, ditanggung oleh pemilik modal selama kerugian tersebut diakibatkan karena kecurangan atau kelalaian pengelola, maka pengelola harus bertanggung jawab atas kerugian tersebut.
,
b. Al Wadiah (Titipan atau Simpanan): Titipan disini dapat diartikan sebagai titipan murni dari satu pihak ke pihak lain, baik itu perseorangan maupun badan hukum, Pemberian bonus dalam penitipan ini tidak dilarang sepanjang tidak diisyaratkan sebelumnya dan jumlahnya tidak ditetapkan dalam nominal atau persentase secara tetap;

c. Murabahah (Jual Beli): dalam prinsip ini terjadi jual beli suatu barang pada harga dengan tambahan keuntungan yang nilainya disepakati kedua belah pihak. Dalam prinsip ini Pihak Penjual wajib hukumnya memberi tahu harga barang yang dibelinya dengan menentukan suatu tingkat keuntungan sebagai tambahan.

Sistem Pembagian Keuntungan
Dalam perbankan syariah dikenal Al Mudharabah atau bagi hasil, yaitu bank memberikan bagi hasil kepada nasabah yang diperoleh dari keuntungan aset atau dana yang diinvestasikan;

Nasabah Sebagai Mitra
Dalam perbankan konvensional hubungan antara nasabah dengan bank cenderung memiliki cara-cara yang kaku dalam menyelesaikan masalah, misal apabila nasabah menunggak pembayaran angsuran maka dapat dilakukan penyitaan asset nasabah tersebut, namun hal demikian tidak akan kita jumpai di Bank Syariah;

Jumlah Angsuran Tetap
Keunggulan Bank Syariah salah satunya dalam hal nasabah mengajuka kredit, yaitu dalam Bank Syariah tidak mengenal sistem bunga maka jumlahnya tetap dari awal akad sampai waktu pelunasan;

Transparansi Sistem
Bahwa dalam syariat Isalam sangat mempedomani sikap jujur dan adil. Dalam bank Syariah, memberikan laporan kondisi keuangan secara berkala kepada para investor (nasabah), pihak bank juga sangat transparan dalam hal promosi produk. Misalnya yaitu pada saat bank mengadakan promosi ibadah umrah untuk nasabahnya, maka bank akan menyampaikan informasi syarat dan ketentuan serinci mungkin tanpa ada yang ditutup tutupi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *