Hukum

GPAN Pertanyakan Kejaksaan Agung: Kapan Sindikat Narkoba Dieksekusi Mati?

GPAN Pertanyakan Kejaksaan Agung: Kapan Sindikat Narkoba Dieksekusi Mati?

Hukum, Nasional
KONFRONTASI - Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN) mempertanyakan Kejaksaan Agung soal rencana eksekusi mati terhadap sindikat narkoba yang telah divonis mati. GPAN sangat mendukung upaya Kejaksaan Agung untuk mempercepat eksekusi mati tersebut. "Pancasila adalah Sumber dari segalah sumber hukum, Indonesia adalah negara berdasarkan hukum, Hukum adalah Panglima bagi penegakan hukum dan selama masih menganut azas Hukum, dan masih diberlakukannya hukuman Mati maka pihak mana pun tidak boleh mengintervensi hukum" kata Pembina GPAN Brigjen Pol Siswandi kepada redaksi, Selasa (5/9) di Jakarta. Siswandi menjelaskan Narkoba adalah pembunuh anak bangsa. "Berjuta juta-juta ekstasi diungkap, Ber Ton- Ton Shabu diungkap. Berapa korban yang meninggal akibat Narkoba, apa kita kalah melawan para ban...
Pembina GPAN: Artis Jadi Bandar Narkoba Pantas Dihukum Berat

Pembina GPAN: Artis Jadi Bandar Narkoba Pantas Dihukum Berat

Hukum, Nasional
JAKARTA, TELEGRAM – Pembina Organisasi Masyarakat Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN), Brigjen Pol Drs Siswandi mengatakan artis yang tertangkap aparat dalam kasus penyalahgunaan narkoba tidak serta merta dengan mudah mengajukan rehabilitasi. Bila Artis tertangkap dan diketahui sebagai bandar narkoba maka pantas untuk dihukum berat sesuai peraturan perundang-undangan. “Jangan sampai ada anggapan, siapapun elemen yang berhasil membawa mereka keluar dari kasus, utamanya keterlibatan dalam kasus narkoba justru disalahartikan sebagai pelindung si artis pengguna narkoba agar terhindar dari jerat hukum,” kata Siswandi kepada redaksi Kamis (24/8) di Jakarta.
Sindikat Saracen Dibayar Puluhan Juta untuk Sebarkan Isu SARA

Sindikat Saracen Dibayar Puluhan Juta untuk Sebarkan Isu SARA

Hukum, Nasional
Jakarta - Polisi menangkap sindikat Saracen, yang kerap menyebarkan isu SARA di media sosial. Sindikat Saracen kerap mengirimkan proposal kepada beberapa pihak terkait jasanya untuk menyebarkan ujaran kebencian bernuasa SARA di media sosial. Setiap proposal mempunyai nilai hingga puluhan juta rupiah. "Mereka menyiapkan proposal. Dalam satu proposal yang kami temukan itu kurang-lebih setiap proposal nilanya puluhan juta per proposal," ujar Kasubdit 1 Dit Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Irwan Anwar di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jaksel, Rabu (23/8/2017).
Brigjen Pol Drs Siswandi: Tidak serta merta artis tertangkap narkoba dapat ajukan rehabilitasi

Brigjen Pol Drs Siswandi: Tidak serta merta artis tertangkap narkoba dapat ajukan rehabilitasi

Hukum, Nasional
Banyaknya Artis Indonesia yang tersangkut kasus narkoba Memang perlu adanya klarifikasi pada masyarakat umum untuk memahami bahwa tidak serta merta artis yang tertangkap tidak semua bisa dengan mudah mengajukan rehabilitasi. Brigjen Pol Drs Siswandi selaku penasehat Gerakan Peduli Anti Narkoba ( GPAN ) mengatakan Karena mereka akan menganggap siapapun elemen yang berhasil membawa mereka keluar dari kasus utama keterlibatan dalam kasus narkoba justru di salah artikan sebagai pelindung si artis pengguna narkoba agar terhindar dari jerat hukum. “Jadi saya kira memang harus ada system sosialisasi pemilahan untuk kasus kasus narkoba. Dan drug amnesty memang salah satu kendaraannya, ” jelasnya. Ia mengharapkan degan adanya statement dari Buwas yang akan menindak tegas sekalipun dia seor
Artis Tersangkut Narkoba Harus Diklasifikasi Dalam Rehabilitasi

Artis Tersangkut Narkoba Harus Diklasifikasi Dalam Rehabilitasi

Hukum, Nasional
SBNews.co.id Jakarta Raya – Banyaknya Artis Indonesia yang tersangkut kasus narkoba Memang perlu adanya klarifikasi pada masyarakat umum untuk memahami bahwa tidak serta merta artis yang tertangkap tidak semua bisa dengan mudah mengajukan rehabilitasi. Brigjen Pol Drs Siswandi selaku penasehat Gerakan Peduli Anti Narkoba ( GPAN ) mengatakan Karena mereka akan menganggap siapapun elemen yang berhasil membawa mereka keluar dari kasus utama keterlibatan dalam kasus narkoba justru di salah artikan sebagai pelindung si artis pengguna narkoba agar terhindar dari jerat hukum. Jadi saya kira memang harus ada system sosialisasi pemilahan untuk kasus kasus narkoba. Dan drug amnesty memang salah satu kendaraannya. Kita harapkan degan adanya statement dari Buwas yang akan menindak tegas sekal
Ujung Kasus Serda Wira yang Pukul Polantas di Pekanbaru

Ujung Kasus Serda Wira yang Pukul Polantas di Pekanbaru

Hukum
Jakarta - Serda Wira Sinaga memukul polantas di Pekanbaru, Riau sudah ditahan. Wira telah ditahan untuk proses lebih lanjut. Kasus ini bermula dari beredarnya video yang menampilkan Serda Wira memukul Bripda Yoga Fernando, anggota Polantas Pekanbaru. Usai kejadian memukul, Serda Wira Sinaga langsung menelepon Komandan Korem 031 Wira Bima Brigjen Abdul Karim. "Saya tanya masalah apa, dia bilang mukul polantas. Saya tanya lagi,'Kamu ada di mana', dijawab katanya di rumah. Ya sudah saya sampaikan, kamu di rumah saja, saya nanti ke sana," kata Abdul Karim menceritakan Serda Wira yang menghubunginya. Pemukulan itu terjadi di Jl Sudirman tepatnya di depan pasar Sukaramai, Kamis (10/8/2017) sekitar pukul 17.30 WIB. Serda Wira yang merupakan anggota Korem 031 Wiba Bima itu disebut mengala
Sanksi Hukum Serda Wira Tunggu Hasil Pemeriksaan Denpom Pekanbaru

Sanksi Hukum Serda Wira Tunggu Hasil Pemeriksaan Denpom Pekanbaru

Hukum
Medan - Serda Wira Sinaga, oknum TNI yang memukul Polantas di Pekanbaru sudah dijebloskan ke Datasemen Polisi Militer 1/3 Kodam I Bukit Barisan. Ia pun menanti hukuman apa yang diberikan atas tidakannya itu. "Sanksi ada, tapi seperti apa hukumannya, kita tunggu proses (pemeriksaan) Denpom Pekanbaru. Ini masih lihat saksi," kata Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Edi Hartono saat ditemui di Kantornya di Medan, Jumat (11/8/2017). Ia mengatakan, langkah awal untuk permintaan maaf sudah dilakukan setelah pemukulan itu terjadi. "Langkah awal, Serda WS bersama komandannya langsung mendatangi korban (Polantas) dan menyampaikan permohonan maaf," ujar Edi. Ia memastikan, prajurit TNI AD yang yang melanggar hukum ada sanksi hukuman. Sanksi itu, lanjut Edi, sesuai dengan apa yang dilanggar
Punya Gangguan Jiwa, Serda Wira Tak Boleh Pegang Senjata Api

Punya Gangguan Jiwa, Serda Wira Tak Boleh Pegang Senjata Api

Hukum
Medan - Serda Wira Sinaga, oknum TNI yang memukul polantas di Pekanbaru, kini sudah ditahan. Setelah diketahui mengalami gangguan kejiwaan, Serda Wira tidak diperbolehkan menggunakan senjata api. "Setelah dia tahu ada gejala itu, kita jauhkan senjata api," kata Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Edi Hartono, Jumat (11/8/2017). Ia mengatakan, selain dijauhkan dari senjata api, Serda Wira tidak diberi kesempatan untuk memegang, apalagi menggunakan senjata api. "Memegang juga tidak dikasih," imbuh Edi. Seperti diberitakan, Serda Wira mengamuk di jalan serta menendang motor anggota polantas. Dia juga memukul helm anggota itu dengan keras. Serda Wira diketahui memiliki gangguan kejiwaan dan menjalani rawat jalan. Dia pernah disidang militer dan disanksi karena tidak hadir tanpa i
Di Mata Atasannya, Bripda Yoga Dikenal Sopan dan Sabar

Di Mata Atasannya, Bripda Yoga Dikenal Sopan dan Sabar

Hukum
Pekanbaru - Bripda Yoga Vernando (23) anggota Satlantas Polresta Pekanbaru korban pemukulan oknum TNI saat tugas dikenal sosok yang sopan. Selama bertugas, Yoga belum pernah melakukan pelanggaran. "Ya anaknya sopan ya. Pada seniornya juga dia sangat sopan. Di lingkungan kita dia selalu menunjukan rasa hormat baik pada teman sekerja apa lagi seniornya," kata Kasat Lantas Polresta Pekanbaru, Kompol Rinaldo Aser dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (12/8/2017). Rinaldo menjelaskan, bahwa anggotanya itu bertugas di unit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli (Unit Turjawali) satuan bertugas terhadap pelanggaran lalu lintas dalam rangka penegakan hukum. "Dia baru bergabung ke Lantas belum genap setahun ini. Dia masih lajang," kata Rinaldo. Foto: Bripda Yoga yang