Nasional

Halusinasi karena Benzodiazepin, Mungkinkah?

Nasional
Jakarta, Publik dibuat heboh dengan peristiwa penembakan yang dilakukan seorang suami kepada istrinya. Kepada polisi, sang pelaku yakni dr Helmi mengaku melakukan aksi kejam itu karena mendapat bisikan. "Sementara ini yang bersangkutan mengaku ada bisikan untuk membunuh istrinya," kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan saat dihubungi detikcom pada Kamis 9 November 2017.Setelah itu, muncul temuan lainnya yang menyatakan hasil tes urine dr Helmi positif mengandung benzodiazepin. Akan tetapi, dr Helmi memberikan keterangan pada polisi bahwa ia memang tengah menggunakan obat Alganax yang memang masuk kategori obat penenang.Melalui pesan di media sosial, dr Hari Nugroho, dari Institute of Mental Health Addiction And Neurosience (IMAN), menjelaskan bahwasa...

URGENSI AKAN PENTINGNYA PERLINDUNGAN TENAGA KERJA DALAM NEGERI

Home, Hukum, Nasional
Belakangan ini sering terdengar berita baik itu dari media cetak maupun media elektronik tanah air yang mengabarkan serbuan tenaga kerja asal Tiongkok di Indonesia. Apakah hal itu benar adanya dan apa langkah yang seharusnya dilakukan pemerintah kita guna melindungi Tenaga Kerja dalam negeri kita? Perbincangan mengenai maraknya “serangan” masuknya tenaga asing di Indonesia sebenarnya bukan hal yang baru terjadi. Dalam hal ini Presiden Joko Widodo berpendapat, bila melihat jumlah tenaga kerja asing Cina hanya 21.000 dibilang 10 juta ada yang bilang 20 juta. Logikanya nggak mungkin, karena kita harus ngomong apa adanya, gaji disana sudah 2 sampai 3 kali lipat gaji disini nggak mungkin mereka kesini, terang Presiden yang sebelumnya pernah memimpin Kota Solo tersebut. Salah satu yang men
Kowarsum Dipha Adista Justicia”Silaturahmi Modal Awal Karena Media

Kowarsum Dipha Adista Justicia”Silaturahmi Modal Awal Karena Media

Berita, Nasional
Dengan Kemeriahaan Silaturahmi Lembaga Bantuan Hukum sukses, Yang mana Terselenggara Acara ITU Di Salah Satu Restaurant mewah di Jakarta Barat, dengan Menciptakan keadilan Untuk Para Masyarakat agar Bisa mendapatkan Nilai Hukum Sesuai Dengan Pancasila, Ujar Ketua Pembina Dipha Adista Justicia KETUA LAKSAMANA TNI(P)TEDJO EDHI PURDIJATNO.SH Sebagai ketua Umum Dipha Adista Justicia BRIGJEN POL(P)DRS.BUDHI SUPRAYITNO.SH.MSi Setiap tahun wajib silaturahmi bersama sama Dan Para Pengacara Kita Pun Akan siap membantu Siapa saja khusus’Nya Orang Yang tidak Mampu membayar Pengacara untuk mendapatkan keadilan di negeri INI, Disela acara Kongko kongko Para Pejabat Negara INI Menghadirkan Artis Ibu Kota Dan Mempunyai sesi acara Door pries yang di menangkan Para Anggota Yang Dhipa Adista Justicia
Brigjend Pol (P) Drs.Siswandi Hadiri Silaturrahmi Nasional Keluarga Besar DAJ Dan MBIN

Brigjend Pol (P) Drs.Siswandi Hadiri Silaturrahmi Nasional Keluarga Besar DAJ Dan MBIN

Berita, Nasional
Jakarta,MPW,- Mengangkat Tema Mewujudkan Kebersamaan Dalam Penegakan Hukum Keluarga Besar Dhipa Adista Justica (DAJ) dan Media Buana investigasi Nusantara (MBIN)gelar Silaturrahmi Akbar Nasional dalam acara tersebut di hadiri oleh segenap Pengurus Dewan Pimpinan Pusat dan juga pengurus Dewan Pimpinan Daerah dari berbagai daerah, 14 provinsi dan 31 kota/kabupaten yang ada di indonesia juga para tamu undangan acara di laksanakan di The Royal Jade Restorant Season City Jakarta Barat,20-10-2017 Dalam kesempatan ini Selaku Penasehat Bapak Brigjend Pol (P) Drs.Siswandi dalam sambutan nya menekankan perlunya sinerji bersama Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN) untuk bersama sama menyelamatkan anak bangsa dari bahaya Narkoba dan bagi yang menjadi pengguna agar bisa di sembuhkan juga diselamatkan...
Artis Tersangkut Narkoba Harus Diklasifikasi Dalam Rehabilitasi

Artis Tersangkut Narkoba Harus Diklasifikasi Dalam Rehabilitasi

Berita, Nasional
<a href="http://www.investigasi.org/wp-content/uploads/2017/09/IMG_20170824_094655.png"><img class="alignnone size-full wp-image-88652" src="http://www.investigasi.org/wp-content/uploads/2017/09/IMG_20170824_094655.png" alt="" width="618" height="440" /></a> anyaknya Artis Indonesia yang tersangkut kasus narkoba Memang perlu adanya klarifikasi pada masyarakat umum untuk memahami bahwa tidak serta merta artis yang tertangkap tidak semua bisa dengan mudah mengajukan rehabilitasi. Brigjen Pol Drs Siswandi selaku penasehat Gerakan Peduli Anti Narkoba ( GPAN ) mengatakan Karena mereka akan menganggap siapapun elemen yang berhasil membawa mereka keluar dari kasus utama keterlibatan dalam kasus narkoba justru di salah artikan sebagai pelindung si artis pengguna narkoba aga...
Aris Budiman Blak-Blakan soal Intrik dan Tukang Pembocor KPK

Aris Budiman Blak-Blakan soal Intrik dan Tukang Pembocor KPK

Berita, Hukum, Nasional, Politik
Jakarta, CNN Indonesia — Meski dilarang pimpinan, Direktur Penyidikan (Dirdik) KPK Brigadir Jenderal Polisi Aris Budiman tetap datang memenuhi undangan Panitia Khusus Angket DPR. Dari situlah, prahara dimulai. Intrik, klik dan friksi antarkelompok di tubuh KPK pun seketika menyeruak. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1988 ini, bermaksud mengklarifikasi tudingan yang kerap menghampiri dirinya. Aris mengaku kebijakan diambilnya sebagai Direktur Penyidikan selalu ditentang Novel Baswedan Cs. Mantan Wakil Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri itu merasa tak seperti Direktur Penyidikan di KPK, karena seperti ‘diatur’. Sebelum bekerja di KPK, Aris pernah menjabat Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Metro. Aris masuk di KPK per 16 September 2015, saat dila
GPAN Pertanyakan Kejaksaan Agung: Kapan Sindikat Narkoba Dieksekusi Mati?

GPAN Pertanyakan Kejaksaan Agung: Kapan Sindikat Narkoba Dieksekusi Mati?

Hukum, Nasional
KONFRONTASI - Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN) mempertanyakan Kejaksaan Agung soal rencana eksekusi mati terhadap sindikat narkoba yang telah divonis mati. GPAN sangat mendukung upaya Kejaksaan Agung untuk mempercepat eksekusi mati tersebut. "Pancasila adalah Sumber dari segalah sumber hukum, Indonesia adalah negara berdasarkan hukum, Hukum adalah Panglima bagi penegakan hukum dan selama masih menganut azas Hukum, dan masih diberlakukannya hukuman Mati maka pihak mana pun tidak boleh mengintervensi hukum" kata Pembina GPAN Brigjen Pol Siswandi kepada redaksi, Selasa (5/9) di Jakarta. Siswandi menjelaskan Narkoba adalah pembunuh anak bangsa. "Berjuta juta-juta ekstasi diungkap, Ber Ton- Ton Shabu diungkap. Berapa korban yang meninggal akibat Narkoba, apa kita kalah melawan para ban...