Nasional

Ketum GPAN Desak Jaksa Agung Segera Eksekusi Mati Terpidana Kasus Narkoba

Ketum GPAN Desak Jaksa Agung Segera Eksekusi Mati Terpidana Kasus Narkoba

Berita, Hiburan, Home, Hukum, Nasional, Partai, Politik, Teknologi
JAKARTA, TELEGRAM – Ketua Umum Gerakan Pemuda Anti Narkoba (GPAN), Siswandi mendesak Pemerintah dalan hal ini Kejaksaan Agung untuk segera melaksanakan eksekusi mati terhadap terpidana kasus narkoba. “BNN dan Polri telah bersusah payah ungkap sindikat Narkoba jaringan  internasional dengan barang bukti jutaan butir pil ecstasy dan berton-ton narkoba jenis sabu, namun kenapa Jaksa Agung belum juga melaksanakan hukuman mati sebagaimana putusan Pengadilan.” kata Siswandi dalam siaran persnya kepada redaksi di Jakarta, Rabu (30/5) Mantan purnawirawan Polri ini berharap dalam  memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) pada tanggal 26 Juni yang akan datang, Kejaksaan Agung dapat melaksanakan eksekusi mati terhadap terpidana kasus narkoba. “Untuk apa upacara seremonial tapi n
INDONESIA INTELLIGENCE INSTITUTE (III)

INDONESIA INTELLIGENCE INSTITUTE (III)

Berita, Hiburan, Home, Hukum, Nasional, Partai, Politik, Teknologi
INDONESIA INTELLIGENCE INSTITUTE (III) MUKADIMAH   Dunia terus berubah dalam berbagai dimensi dan sistemnya. Perubahan-perubahan tersebut mempengaruhi berbagai aspek pada lingkungan strategi Indonesia. Indonesia tidak bisa melepaskan diri secara total dari berbagai perubahan tersebut, karena Indonesia adalah bagian dari komunitas dunia Internasional (world society) dan bagian dari komunitas yang terbawa arus globalisasi. Dalam konteks demikian, terdapat dua pilihan bagi Indonesia, yaitu berubah mengikuti kehendak dunia Internasional atau bertahan dan menolak arus perubahan dunia. Jalan tengah yang terbaik adalah mengikuti sebagian, khususnya dalam konteks untuk meningkatkan kecerdasan bangsa dan kesejahteraan sosial bagi masyarakat Indonesia. Dilain sisi menolak sebagian,...
ANALISIS KLAIM YERUSSALEM SEBAGAI IBUKOTA ISRAEL OLEH AMERIKA SERIKAT DARI HUKUM INTERNASIONAL

ANALISIS KLAIM YERUSSALEM SEBAGAI IBUKOTA ISRAEL OLEH AMERIKA SERIKAT DARI HUKUM INTERNASIONAL

Home, Hukum, Nasional, Politik
ANALISIS KLAIM YERUSSALEM SEBAGAI IBUKOTA ISRAEL OLEH AMERIKA SERIKAT DARI HUKUM INTERNASIONAL Oleh: Jesse Phillip Hutadjulu MAHASISWA UNIVERSITAS BINA NUSANTARA JURUSAN BUSINESS LAW Hukum Internasional, menurut Pendapat Mochtar Kusumaatmadja adalah sekumpulan hukum yang untuk sebagian besar terdiri dari asas-asas dan peraturan-peraturan tingkah laku di mana negara-negara itu sendiri merasa terikat dan menghormatinya, dan dengan demikian mereka (negara-negara) itu juga harus menghormati atau mematuhinya dalam hubungannya satu sama lain. Bahwa dalam Hukum Internasional dikenal subjek-subjek yang meliputi : a. Negara b. Tahta Suci (Vatikan) c. Palang Merah Internasional d. Organisasi Internasional e. Individu f. Pemberontak dan Pihak dalam Sengketa Kaitan dengan hukum Internas...
MEWUJUDKAN SDM KITA CIREBON KOTA

MEWUJUDKAN SDM KITA CIREBON KOTA

Berita, Nasional
1BrigJend Pol (P) Drs Siswandi Semua Itu Satu menjadi latar belakang membangun Kota Cirebon. Semua Itu Satu menjadi komitmen visi dalam visi besar kota Cirebon yang tersirat dalam kepastian hukum Peraturan Daerah No. 2 Tahun 1989 dalam menjelaskan arti lambang Kota Cirebon. Cirebon dalam perjalanan waktu tidak mungkin meninggalkan akar cerita asal muasal Cirebon. Sarumban adalah asal dari kata Cirebon, Cirebon merupakan dukuh kecil yang dibangun oleh Ki Gedeng Tapa dalam perkembangannya menjadi sebuah desa yang ramai diberikan nama Caruban dengan arti dalam bahasa Cirebon adalah bersatu padu karena bercampurnya para pendatang dari beraneka bangsa diantaranya Sunda, Jawa, Tionghoa, Arab dengan beragam agama, bahasa dan adat istiadat. Caruban menjadi semangat sejarah bagi...
Mewujudkan SDM Kita, Cirebon Kota – oleh: BrigJend Pol (P) Drs Siswandi

Mewujudkan SDM Kita, Cirebon Kota – oleh: BrigJend Pol (P) Drs Siswandi

Berita, Nasional
SEMUA ITU SATU (S.I.S) menjadi latar belakang membangun Kota Cirebon. Semua Itu Satu menjadi komitmen visi dalam visi besar kota Cirebon yang tersirat dalam kepastian hukum Peraturan Daerah No. 2 Tahun 1989 dalam menjelaskan arti lambang Kota Cirebon. Cirebon dalam perjalanan waktu tidak mungkin meninggalkan akar cerita asal muasal Cirebon. Sarumban adalah asal dari kata Cirebon, Cirebon merupakan dukuh kecil yang dibangun oleh Ki Gedeng Tapa dalam perkembangannya menjadi sebuah desa yang ramai diberikan nama Caruban dengan arti dalam bahasa Cirebon adalah bersatu padu karena bercampurnya para pendatang dari beraneka bangsa diantaranya Sunda, Jawa, Tionghoa, Arab dengan beragam agama, bahasa dan adat istiadat. Caruban menjadi semangat sejarah bagi Semua Itu Satu karena Semua Itu ...

Halusinasi karena Benzodiazepin, Mungkinkah?

Nasional
Jakarta, Publik dibuat heboh dengan peristiwa penembakan yang dilakukan seorang suami kepada istrinya. Kepada polisi, sang pelaku yakni dr Helmi mengaku melakukan aksi kejam itu karena mendapat bisikan. "Sementara ini yang bersangkutan mengaku ada bisikan untuk membunuh istrinya," kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan saat dihubungi detikcom pada Kamis 9 November 2017.Setelah itu, muncul temuan lainnya yang menyatakan hasil tes urine dr Helmi positif mengandung benzodiazepin. Akan tetapi, dr Helmi memberikan keterangan pada polisi bahwa ia memang tengah menggunakan obat Alganax yang memang masuk kategori obat penenang.Melalui pesan di media sosial, dr Hari Nugroho, dari Institute of Mental Health Addiction And Neurosience (IMAN), menjelaskan bahwasa...

URGENSI AKAN PENTINGNYA PERLINDUNGAN TENAGA KERJA DALAM NEGERI

Home, Hukum, Nasional
Belakangan ini sering terdengar berita baik itu dari media cetak maupun media elektronik tanah air yang mengabarkan serbuan tenaga kerja asal Tiongkok di Indonesia. Apakah hal itu benar adanya dan apa langkah yang seharusnya dilakukan pemerintah kita guna melindungi Tenaga Kerja dalam negeri kita? Perbincangan mengenai maraknya “serangan” masuknya tenaga asing di Indonesia sebenarnya bukan hal yang baru terjadi. Dalam hal ini Presiden Joko Widodo berpendapat, bila melihat jumlah tenaga kerja asing Cina hanya 21.000 dibilang 10 juta ada yang bilang 20 juta. Logikanya nggak mungkin, karena kita harus ngomong apa adanya, gaji disana sudah 2 sampai 3 kali lipat gaji disini nggak mungkin mereka kesini, terang Presiden yang sebelumnya pernah memimpin Kota Solo tersebut. Salah satu yang men