Pelatihan Intelijen bisnis

INDONESIA INTELLIGENCE INSTITUTE
BUSSINES INTELLIGENCE ( INTELIJEN BISNIS ) 


Intelijen bisnis merupakan pengolahan data yang untuk informasi bisnis. Intelijen bisnis mempunyai komponen berupa seperangkat teori, metodologi, proses, arsitektur, dan teknologi yang mampu mengubah data mentah menjadi informasi yang bermakna dan berguna untuk tujuan bisnis. Intelijen bisnis dapat menangani sejumlah besar informasi untuk membantu  mengidentifikasi dan mengembangkan peluang dalam dunia bisnis. memanfaatkan intelijen bisnis, kita akan mendapatkan peluang baru dan menerapkan strategi, sehingga mampu menghasilkan keuntungan pasar kompetitif dan stabilitas. 

Bantuan Teknologi Informasi, intelijen bisnis mampu memberikan gambaran sejarah operasi bisnis, kondisi bisnis saat ini dan prediksi operasi bisnis akan datang. Fungsi dari teknologi intelijen bisnis adalah melaporkan, pengolahan analisis online, analisis prediktif dan analisis preskriptif. 

data mining, data mining, pengolahan informasi kompleks, bisnis manajemen kinerja, Bisnis intelijen merupakan evolusi dari sistem pendukung keputusan Decision Support Systems, Decision Support Systems dibantu komputer dibuat untuk membantu pengambilan keputusan atau Executive Information Systems dan perencanaan. 

Istilah intelijen bisnis dipakai untuk menggambarkan konsep dan metode untuk meningkatkan pengambilan keputusan bisnis dengan menggunakan sistem pendukung berbasis fakta. 

Aplikasi Bussiness Intelligence menggunakan data yang dikumpulkan dari data warehouse atau data mart. Sebuah gudang data adalah salinan dari data transaksional yang memfasilitasi  dukungan keputusan. tidak semua aplikasi bisnis intelijen memerlukan data warehouse. 

Bussiness Intelligence bisa didefinisikan menjadi seperangkat metodologi, proses, arsitektur, dan teknologi yang mengubah data mentah menjadi informasi yang bermakna dan berguna digunakan untuk memungkinkan wawasan strategis Efektif, taktis, dan operasional dan pengambilan keputusan. Apabila menggunakan definisi ini, intelijen bisnis juga mencakup teknologi seperti integrasi data, kualitas data, data pergudangan, magister manajemen data, teks dan analisis konten. 

KONSEP DASAR INTELIJEN

Intelijen adalah penciptaan new knowledge dalam suatu organisasi.Pada dasarnya, penciptaan new knowledge tersebut tidak bisa lepas dari proses transformasi data menuju intelijen.  

Istilah intelijen bisnis (business intelligence) merujuk pada teknologi, aplikasi, serta praktik pengumpulan, integrasi, analisis, serta presentasi informasi bisnis atau kadang merujuk pula pada informasinya itu sendiri. Tujuan intelijen bisnis adalah untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis. 

Sistem business intelligence memberikan sudut pandang waktu yang lalu, sekarang, dan prediksi operasi bisnis di waktu yang akan datang, terutama dengan menggunakan data yang telah dikumpulkan 

ke dalam suatu gudang data dan kadang juga bersumber pada data operasional.Perangkat lunak mendukung penggunaan informasi ini dengan membantu ekstraksi, analisis, serta pelaporan informasi. Aplikasi Business Intelligence menangani penjualan, produksi, keuangan, serta berbagai sumber data bisnis untuk keperluan tersebut, yang mencakup terutama manajemen kinerja bisnis. Informasi dapat pula diperoleh dari perusahaan- perusahaan sejenis untuk menghasilkan suatu tolak ukur.  

DATA  

Data adalah potret kejadian atau fakta atas sesuatu hal yang terjadi. Data dapat merupakan reasoning atas hal yang terjadi pada suatu periode waktu. Data sebagaimana fakta, belum memiliki arti dan manfaat. Untuk memberikan manfaat data tersebut harus mengalami proses terlebih dahulu. 

INFORMASI 

Informasi adalah kumpulan data yang memiliki hubungan sehingga memberikan makna. Informasi merupakan bentuk yang telah memberikan manfaat baik dalam arti positif maupun negatif. 

KNOWLEDGE 

Knowledge merupakan sesuatu yang lebih luas, lebih dalam, lebih komprehensif dari data ataupun informasi. Knowledge merupakan gabungan tacit knowledge dan explicit knowledge. Tacit knowledge berarti keahlian yang ada pada diri seseorang namun tidak terlihat, sedangkan explicit knowledge merupakan keahlian yang tertulis atau terdokumentasikan. 

INTELIJEN  

Pada dasarnya intelijen adalah proses penciptaan pengetahuan baru dalam sebuah organisasi. Pengetahuan baru berarti pengetahuan yang dihasilkan  

merupakan pengetahuan yang benar-benar baru atau sebelumnya tidak terdapat dalam invertory pengetahuan yang lama. Intelijen harus memiliki sifat yaitu memiliki keakuratan tinggi, fokus pada suatu bidang, berdimensi waktu yang sesuai, visi ke depan, dapat diterapkan dan responsif terhadap kebutuhan manajemen. 

Berdasarkan lingkup dan tingkatannya intelijen dibagi seperti pada tabel dibawah ini : 
TIPE
pastedGraphic.png

LINGKUP 

pastedGraphic.png
TINGKATAN
Economic Intelligence Business Intelligence Market Intelligence Competitor Intelligence Customer Intelligence
Makro Makro Mikro Mikro Mikro
Negara Industri/Pasar Pasar Pelaku Pasar Konsumen
Intelijen bukan monopoli manajemen tingkat atas saja. Intelijen bisa dihasilkan dan dibutuhkan oleh seluruh tingkatan manajemen. Hal ini bisa dilihat pada tabel dibawah ini : 
TIPE
FOKUS
Strategic Intelligence Operational Intelligence Competitive Intelligence Technical Intelligence Counter Intelligence
Keputusan Strategis Efisiensi Operasi Keunggulan competitive advantage Keunggulan teknis dan riset Keamanan informasi
Bisnis intelijen dapat diterapkan untuk tujuan bisnis berikut , dalam rangka mendorong nilai bisnis. Yaitu : 

1. Pengukuran – aplikasi / program yang mampu menciptakan hirarki metrik kinerja dan benchmarking yang menginformasikan pemimpin bisnis tentang kemajuan menuju tujuan bisnis. 
  1. Analytics – aplikasi / program yang mampu membangun proses kuantitatif untuk bisnis untuk sampai pada keputusan yang optimal dan untuk melakukan bisnis penemuan pengetahuan. Pada proses analisis ini, sering melibatkan : data mining, data proccess, analisis statistik, analisis prediktif, pemodelan prediktif, pemodelan proses bisnis, pengolahan informasi kompleks dan analisis preskriptif. 

     
  1. Pelaporan - aplikasi/ program yang mampu membangun infrastruktur untuk pelaporan strategis untuk melayani manajemen strategis bisnis, bukan pelaporan operasional . Sering melibatkan visualisasi data, sistem informasi eksekutif dan OLAP. 
  2. Kolaborasi / platform kolaborasi - aplikasi/ program yang mampu mendapat area yang berbeda ( baik di dalam dan di luar bisnis ) untuk bekerja sama melalui berbagi data dan pertukaran data elektronik. 
  3. Pengetahuan manajemen - aplikasi/ program yang mampu membuat data perusahaan didorong melalui strategi dan praktek untuk mengidentifikasi, menciptakan , merepresentasikan , mendistribusikan, dan memungkinkan adopsi wawasan dan pengalaman yang pengetahuan bisnis sejati .  
BUSSINES INTELLIGENCE DALAM DUNIA USAHA  

Bussines intelligence disini adalah sebagaimana di jelaskan di awal, bahwa bussines intelligence bukan hanya tentang bagaimana memanfaatkan teknologi sebagai media pemasaran, dan lain sebagainya, tapi bagaimana data yang ada dan bisa diperoleh oleh pasar. 

Pentingnya memanfaatkan Bussines Intelligence terutama dalam fungsi manajerial yang digunakan oleh pembisnis untuk meng-identifikasi, menciptakan, mendistribusikan, dan mempresentasikan strategi strategi yang akan di gunakan untuk mendapatkan kepercayaan dari pasar, dan investor yang akhirnya di gunakan untuk mengembangkan kuallitas sekolahnya 

KESIMPULAN 

Bussiness Intelegence digunakan dalam hal penyusunan informasi, pengolahan data, pendistribusian, dan pematangan strategi dalam memperoleh mangsa pasar. Bila dikaitkan dengan dunia pendidikan, peran Bussiness Intelegence disini dimaksudkan untuk seberapa kuat strategi dalam bersaing, memanfaatkan peluang, dan memperbaikin sistem serta kualitas bisnis dan element didalamnya. Bussiness Intelegence sangat berguna dan sangat bermanfaat didalam pelaku bisnis.