MEMORANDUM OF UNDERSTANDING

AKPOL (87) REKONFU

RENCANA KONSOLIDASI FUNGSIONALISASI 

DHIPA ADISTA JUSTICIA 

INDONESIA INTELLIGENCE INSTITUTE 

BUSSINES INTELLIGENCE ( INTELIJEN BISNIS ) 

Intelijen bisnis merupakan pengolahan data yang untuk informasi bisnis. Intelijen bisnis mempunyai komponen berupa seperangkat teori, metodologi, proses, arsitektur, dan teknologi yang mampu mengubah data mentah menjadi informasi yang bermakna dan berguna untuk tujuan bisnis. Intelijen bisnis dapat menangani sejumlah besar informasi untuk membantu mengidentifikasi dan mengembangkan peluang dalam dunia bisnis. memanfaatkan intelijen bisnis, kita akan mendapatkan peluang baru dan menerapkan strategi, sehingga mampu menghasilkan keuntungan pasar kompetitif dan stabilitas. 

Bantuan Teknologi Informasi, intelijen bisnis mampu memberikan gambaran sejarah operasi bisnis, kondisi bisnis saat ini dan prediksi operasi bisnis akan datang. Fungsi dari teknologi intelijen bisnis adalah melaporkan, pengolahan analisis online, analisis prediktif dan analisis preskriptif. 

data mining, data mining, pengolahan informasi kompleks, bisnis manajemen kinerja, Bisnis intelijen merupakan evolusi dari sistem pendukung keputusan Decision Support Systems, Decision Support Systems dibantu komputer dibuat untuk membantu pengambilan keputusan atau Executive Information Systems dan perencanaan. 

Istilah intelijen bisnis dipakai untuk menggambarkan konsep dan metode untuk meningkatkan pengambilan keputusan bisnis dengan menggunakan sistem pendukung berbasis fakta. 

Aplikasi Bussiness Intelligence menggunakan data yang dikumpulkan dari data warehouse atau data mart. Sebuah gudang data adalah salinan dari data transaksional yang memfasilitasi dukungan keputusan. tidak semua aplikasi bisnis intelijen memerlukan data warehouse. 

Bussiness Intelligence bisa didefinisikan menjadi seperangkat metodologi, proses, arsitektur, dan teknologi yang mengubah data mentah menjadi informasi yang bermakna dan berguna digunakan untuk memungkinkan wawasan strategis Efektif, taktis, dan operasional dan pengambilan keputusan. Apabila menggunakan definisi ini, intelijen bisnis juga mencakup teknologi seperti integrasi data, kualitas data, data pergudangan, magister manajemen data, teks dan analisis konten. 

KONSEP DASAR INTELIJEN


Intelijen adalah penciptaan new knowledge dalam suatu organisasi.Pada dasarnya, penciptaan new knowledge tersebut tidak bisa lepas dari proses transformasi data menuju intelijen. 

Istilah intelijen bisnis (business intelligence) merujuk pada teknologi, aplikasi, serta praktik pengumpulan, integrasi, analisis, serta presentasi informasi bisnis atau kadang merujuk pula pada informasinya itu sendiri. Tujuan intelijen bisnis adalah untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis. 

Sistem business intelligence memberikan sudut pandang waktu yang lalu, sekarang, dan prediksi operasi bisnis di waktu yang akan datang, terutama dengan menggunakan data yang telah dikumpulkan 

ke dalam suatu gudang data dan kadang juga bersumber pada data operasional.Perangkat lunak mendukung penggunaan informasi ini dengan membantu ekstraksi, analisis, serta pelaporan informasi. Aplikasi Business Intelligence menangani penjualan, produksi, keuangan, serta berbagai sumber data bisnis untuk keperluan tersebut, yang mencakup terutama manajemen kinerja bisnis. Informasi dapat pula diperoleh dari perusahaan- perusahaan sejenis untuk menghasilkan suatu tolak ukur.  

DATA 

Data adalah potret kejadian atau fakta atas sesuatu hal yang terjadi. Data dapat merupakan reasoning atas hal yang terjadi pada suatu periode waktu. Data sebagaimana fakta, belum memiliki arti dan manfaat. Untuk memberikan manfaat data tersebut harus mengalami proses terlebih dahulu. 

INFORMASI 

Informasi adalah kumpulan data yang memiliki hubungan sehingga memberikan makna. Informasi merupakan bentuk yang telah memberikan manfaat baik dalam arti positif maupun negatif. 

KNOWLEDGE 

Knowledge merupakan sesuatu yang lebih luas, lebih dalam, lebih komprehensif dari data ataupun informasi. Knowledge merupakan gabungan tacit knowledge dan explicit knowledge. Tacit knowledge berarti keahlian yang ada pada diri seseorang namun tidak terlihat, sedangkan explicit knowledge merupakan keahlian yang tertulis atau terdokumentasikan. 

INTELIJEN 

Pada dasarnya intelijen adalah proses penciptaan pengetahuan baru dalam sebuah organisasi. Pengetahuan baru berarti pengetahuan yang dihasilkan  

merupakan pengetahuan yang benar-benar baru atau sebelumnya tidak terdapat dalam invertory pengetahuan yang lama. Intelijen harus memiliki sifat yaitu memiliki keakuratan tinggi, fokus pada suatu bidang, berdimensi waktu yang sesuai, visi ke depan, dapat diterapkan dan responsif terhadap kebutuhan manajemen. 

Berdasarkan lingkup dan tingkatannya intelijen dibagi seperti pada tabel dibawah ini : 

TIPE LINGKUP  TINGKATAN
Economic Intelligence Business Intelligence Market Intelligence Competitor Intelligence Customer Intelligence Makro Makro Mikro Mikro Mikro Negara Industri/Pasar Pasar Pelaku Pasar Konsumen

Intelijen bukan monopoli manajemen tingkat atas saja. Intelijen bisa dihasilkan dan dibutuhkan oleh seluruh tingkatan manajemen. Hal ini bisa dilihat pada tabel dibawah ini : 

TIPE FOKUS
Strategic Intelligence Operational Intelligence Competitive Intelligence Technical Intelligence Counter Intelligence Keputusan Strategis Efisiensi Operasi Keunggulan competitive advantage Keunggulan teknis dan riset Keamanan informasi

Bisnis intelijen dapat diterapkan untuk tujuan bisnis berikut , dalam rangka mendorong nilai bisnis. Yaitu : 

1. Pengukuran – aplikasi / program yang mampu menciptakan hirarki metrik kinerja dan benchmarking yang menginformasikan pemimpin bisnis tentang kemajuan menuju tujuan bisnis. 

  1. Analytics – aplikasi / program yang mampu membangun proses kuantitatif untuk bisnis untuk sampai pada keputusan yang optimal dan untuk melakukan bisnis penemuan pengetahuan. Pada proses analisis ini, sering melibatkan : data mining, data proccess, analisis statistik, analisis prediktif, pemodelan prediktif, pemodelan proses bisnis, pengolahan informasi kompleks dan analisis preskriptif.
     
  1. Pelaporan – aplikasi/ program yang mampu membangun infrastruktur untuk pelaporan strategis untuk melayani manajemen strategis bisnis, bukan pelaporan operasional . Sering melibatkan visualisasi data, sistem informasi eksekutif dan OLAP. 
  2. Kolaborasi / platform kolaborasi – aplikasi/ program yang mampu mendapat area yang berbeda ( baik di dalam dan di luar bisnis ) untuk bekerja sama melalui berbagi data dan pertukaran data elektronik. 
  3. Pengetahuan manajemen – aplikasi/ program yang mampu membuat data perusahaan didorong melalui strategi dan praktek untuk mengidentifikasi, menciptakan , merepresentasikan , mendistribusikan, dan memungkinkan adopsi wawasan dan pengalaman yang pengetahuan bisnis sejati .  

BUSSINES INTELLIGENCE DALAM DUNIA USAHA 

Bussines intelligence disini adalah sebagaimana di jelaskan di awal, bahwa bussines intelligence bukan hanya tentang bagaimana memanfaatkan teknologi sebagai media pemasaran, dan lain sebagainya, tapi bagaimana data yang ada dan bisa diperoleh oleh pasar. 

Pentingnya memanfaatkan Bussines Intelligence terutama dalam fungsi manajerial yang digunakan oleh pembisnis untuk meng-identifikasi, menciptakan, mendistribusikan, dan mempresentasikan strategi strategi yang akan di gunakan untuk mendapatkan kepercayaan dari pasar, dan investor yang akhirnya di gunakan untuk mengembangkan kuallitas sekolahnya 

KESIMPULAN 

Bussiness Intelegence digunakan dalam hal penyusunan informasi, pengolahan data, pendistribusian, dan pematangan strategi dalam memperoleh mangsa pasar. Bila dikaitkan dengan dunia pendidikan, peran Bussiness Intelegence disini dimaksudkan untuk seberapa kuat strategi dalam bersaing, memanfaatkan peluang, dan memperbaikin sistem serta kualitas bisnis dan element didalamnya. Bussiness Intelegence sangat berguna dan sangat bermanfaat didalam pelaku bisnis. 

PERJANJIAN KERJASAMA DAN KESEPAKATAN 

AKPOL (87) REKONFU – RENCANA KONSOLIDASI FUNGSIONALISASI

DHIPA ADISTA JUSTICIA  – INDONESIA INTELLIGENCE INSTITUTE

NOMOR: 01/ RF87 / DAJ-III / LFR / 01 / III / 2020 

NOMOR: / 01 / III / 2020 

Pada hari ini Senin tanggal dua bulan Januari tahun dua ribu dua puluh, bertempat di Jakarta. Kami yang bertanda tangan dibawah ini: 

1.   Inspektur Jenderal Polisi (P) Drs. A. KAMIL RAZAK, S.H., M.H. selaku Ketua Umum Organisasi / Law Firm Rekonfu (87) Selanjutnya disebut sebagai PIHAK  PERTAMA  

2.    Inspektur Jenderal Polisi (P) Drs. WISJNU AMAT SASTRO, SH.,MH Selaku       Ketua Umum Organisasi / Law Firm Dhipa Adista Justicia – Indonesia Intelligence  Institute Selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.
 

PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA secara bersama-sama, selanjutnya disebut PARA PIHAK, menerangkan.

Pasal 1 -TUJUAN 

Bahwa dalam rangka menunjang kelancaran kegiatan pelatihan Ilmu Intelijen / Intelijen Bisnis yang akan dilaksanakan Secara bersama sama oleh pihak Organisasi /Law Firm Rekonfu (87) dan Organisasi /Law Firm Dhipa Adista Justicia, maka Para Pihak sepakat untuk melakukan perjanjian kerjasama dibidang Pendidikan dan Pelatihan sebagai salah satu wujud ikut serta mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara bagi semua elemen bangsa Indonesia. 

Pasal 2 -RUANG LINGKUP 

Untuk mencapai tujuan kerjasama tersebut dalam pasal 1, Kedua belah Pihak bersama- sama bersepakat membuat perjanjian kerjasama dalam bidang : 

  1. Penyediaan fasilitas pendidikan 
  2. Penyiapan Dosen pengajar dan narasumber pada proses kegiatan pelatihan 
  3. Melakukan rekrutmen (pendaftaran ) peserta 
  4. Menyiapkan Identitas Kartu Anggota / Peserta dan memberikan Sertifikasi kelulusan 
  5. Membentuk sebuah Wadah untuk menampung kegiatan para peserta yang telah mengikuti pelatihan dan menjadikan para peserta menjadi anggota Orgnisasi/ Rekonfu (87) dan Orgnisasi / Dhipa Adista Justicia – Indonesia Intelligence Institute

Pasal 3 – PELAKSANAAN 

Kedua belah Pihak akan melakukan pelatihan Intelijen Bisnis bagi komunitas Pelaku usaha Indonesia, dengan tujuan: 

  • membantu proses pengembangan jaringan Intelijen bagi lembaga Polri maupun lembaga lainnya, dengan fokus pada komunitas pelaku usaha Indonesia. 
  • Mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan Ekonomi dan mendinamisasikan perekonomian nasional. 
  • Memperkuat daya saing pengusaha Indonesia dalam era pasar bebas Asean (MEA) melalui penerapan intelijen bisnis. 
  • Membantu menjaga Keamanan Negara ( Bela Negara ) Terkait dengan proses pelatihan intelijen bisnis, maka Kedua belah Pihak bertanggung jawab atas Menyediakan Sarana dan Prasarana pendidikan yang diperlukan
  • Penyediaan biaya kebutuhan dokumen / kartu anggota / sertifikat / komsumsi dan lainya 
  • Pengendalian peserta pelatihan Intelijen Bisnis.
  • Penyusunan Jadwal pelatihan disampaikan sebulan sebelum pelaksanaan guna persiapan pengaturan fasilitas pelatihan oleh PARA PIHAK,
  • Membuat wadah / Media Online untuk perkumpulan para peserta yang telah mengikuti pelatihan dan juga untuk menampung segala Informasi perkembangan Organisasi
  • Menyediakan Wadah/ Kantor Sekretariat untuk menampung aspirasi para peserta atau anggota yang belum atau sudah selesai mengikuti pelatihan Intelijen bisnis Rekonfu – Dhipa Adista Justicia – Indonesia Intelligence Institute. 

Pasal 4 – TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB 

PIHAK PERTAMA


Pihak Pertama
mendukung pelatihan Intelijen Bisnis bagi komunitas pelaku usaha Indonesia, melalui Menyewa / menyiapkan Gedung / Ruangan Kelas yang layak. 

Pihak Pertama membuat perjanjian kerjasama dengan lembaga negara Indonesia lainnya ( khususnya Baintelkam Polri/Divpropam Polri / BIN / BAIS / dan lain ), terkait dengan proses pelatihan dan penggunaan hasil pelatihan intelijen Bisnis. 

Pihak Pertama menyediakan Dosen, ahli dan narasumber dari lembaga negara Indonesia lainnya (seperti Baintelkam Polri / Divpropam Polri / BIN / BAIS / Memperindag / Polhukam / Kejagung / Depkum dan HAM / Densus-88-AT / BNN / BNPT), penggunaan narasumber dari kalangan pebisnis, analis dan ahli mengenai bisnis, dikoordinasikan oleh Kedua belah Pihak 

Pihak Pertama Sepakat dan setuju untuk menggunakan Logo dan nama besar masing masing Organisasi dengan bersama pada Kartu anggota dan Sertifikat yang akan diberikan pada para peserta pelatihan. 

PIHAK KEDUA 

Pihak Kedua bertugas untuk mencari pendanaan untuk membiayai segala pengeluaran dan kebutuhan segala fasilitas yang terkait dengan pelatihan Intelijen bisnis dengan cara yang tidak melanggar hukum yang berlaku. 

Pihak Kedua Mengelola keuangan dan melaporkan kepada Pihak Pertama secara langsung Pada saat pelatihan Intelijen bisnis selesai dilakukan 

Pihak Kedua bertanggung jawab dan bertugas merekrut perserta.


Pihak Kedua menyediakan kartu identitas / kartu anggota / kartu pengenal / sertifikat untuk 

Para anggota yang akan maupun yang telah mengikuti Pelatihan. 

Pihak Kedua Sepakat dan setuju untuk menggunakan Logo dan nama besar masing masing Organisasi juga Tanda tangan dengan bersama sama pada Kartu anggota dan Sertifikat yang akan diberikan pada para peserta pelatihan. 

Pihak Kedua Membuat Wadah Media Online untuk menampung segala Informasi perkembangan Organisasi 

Pihak Kedua Menyediakan Wadah / Kantor Sekretariat bersama / pinjam pakai ruangan gedung untuk menampung aspirasi para peserta atau anggota yang belum atau sesudah selesai mengikuti pelatihan Intelijen bisnis Orgnisasi /Law Firm Rekonfu (87) dan Orgnisasi /Law Firm Dhipa Adista Justicia – Indonesia Intelligence Institute 

Pasal 5 – PENGAWASAN

Kedua belah Pihak berhak untuk melakukan pengawasan atas pelaksanaan pelatihan, dan untuk kepentingan tersebut dapat menunjuk dan menugaskan personal lainya 

Kedua belah Pihak masing masing dapat menunjuk dan menugaskan personel Masing masing untuk secara bersama-sama melaksanakan tugas pengawasan atas kegiatan seluruh proses pelatihan yang dilaksanakan dilingkungan Gedung / kelas. 

Kedua belah Pihak sepakat membuat Struktur untuk menampung kegiatan khusus para peserta yang telah megikuti pelatihan tersebut diatas dan juga yang telah menjadi anggota tetap Organisasi /Law Firm Rekonfu (87) dan Organisasi /Law Firm Dhipa Adista Justicia – Indonesia Intelligence Institute 

Pengakhiran Perjanjian ini dikoordinasikan oleh Kedua belah Pihak 6 (enam) bulan sebelum berakhirnya perjanjian ini. 

Pasal 6 – PEMBIAYAAN DAN JANGKA WAKTU 

Seluruh biaya yang timbul akibat dari perjanjian kerjasama ini ditanggung oleh Kedua belah Pihak dan masa berlaku perjanjian kerjasama ini selama 5 ( lima ) tahun. 

Sumber dana didapat dari sumbangan Perserta / Anggota / Pihak ketiga atau sponsor yang tidak melanggar hukum yang berlaku. 

Pasal 7 – PENYELESAIAN PERSELISIHAN

  • Kedua belah Pihak bersepakat untuk Mengedepankan Komunikasi dan Musyawarah dalam menyelesaikan permasalahan yang timbul dikemudian hari.
  • Hal-hal yang belum diatur dalam perjanjian kerjasama ini, akan diatur kemudian, yang akan dituangkan dalam addendum, dan menjadi satu bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian kerjasama ini. 


  Pasal 8 – PENUTUP

  • Nota Kesepahaman ini dibuat rangkap dua, masing-masing rangkap menggunakan materai asli dan di tanda tangani secara langsung ( tanda tangan basah ). Karenanya kedua rangkap memiliki nilai yang sama.
  • PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA, masing-masing mendapatkan dan memiliki satu berkas Nota Kesepahaman. 


Demikian perjanjian kerjasama ini dibuat, selanjutnya disahkan dengan membubuhkan tanda tangan masing-masing pihak di tempat, hari, tanggal dan tahun sebagaimana tertulis pada awal Nota Kesepahaman.

                                                 Jakarta.  ……………/ 2020

              PIHAK PERTAMA                                                PIHAK KEDUA

KETUA UMUM REKONFU 87                 KETUA UMUM D A J – I I I

Adv. Drs. A. KAMIL RAZAK,S.H,M.H.            Drs. WISJNU AMAT S, SH.,MH

INSPEKTUR JENDERAL POLISI (P)         INSPEKTUR JENDERAL POLISI (P)