LAW FIRM DHIPA ADISTA JUSTICIA MENGAJUKAN GUGATAN TERHADAPPT.MULTIARTHAGRIYA ALIAS APARTEMEN WESTPOINT JAKARTA, DAN PT. MULTI ARTHA GRIYA ALIAS APARTEMEN WESTPOINT JAKARTA DINYATAKAN BERSALAH ATAS PERKARA WANPRESTASI.

PT.MULTI ARTHA GRIYA
dahulu bernama PT. ANDALAND
PROPERTY DEVELOPMENT
alias Apartemen Wespoint digugat
ke Pengadilan Negeri Jakarta
Barat atas perkara Ingkar Janji
atau wanprestasi. Gugatan itu
diajukan oleh Law Firm Dhipa
Adista Justicia
beralamat di
Komplek Ruko Taman Duta
Mas, Jalan Kusuma Blok B1
no. 36, Jakarta Barat,
yakni
kuasa Hukum dari KWIK NAUW
TJEN dan Olivia. Marusaha
Hutadjulu.SH.,MH – Nicho
Hezron, SH.,MH – Iansen Christian, SH – Yohanes Napitupulu, SH., Jessie Hezron, SH.,MH (cand) Hafis Andi Sadewo,SH – Bambang Christian, SH – Verlia Kristiani. SH – Yohana Beneuli Sirait, SH.,MH.

KWIK NAUW TJEN dan Olivia merupakan konsumen unit apartemen West point, berdasarkan Surat Pesanan Apartemen Nomor: 16080xxxxx tertanggal 01 Agustus 201x dan Surat Pesanan Apartemen Nomor: 16080xxxxx tertanggal 10 Agustus 2016.

Berdasarkan putusan perkara Nomor 371/pdt.G/2021/Pn. Jak Bar, KWIK NAUW TJEN dan Olivia dalam petitum meminta Majelis Hakim menyatakan Pt. Multi Artha Griya Alias Apartemen Westpoint telah melakukan wanprestasi kepada KWIK NAUW TJEN dan Olivia.

KWIK NAUW TJEN dan Olivia juga meminta majelis Hakim Menghukum dan memerintahkan Tergugat untuk melakukan pembayaran atas kekurangan pengembalian pembayaran Apartemen Westpoint kepada KWIK NAUW TJEN dan Olivia

Selanjutnya meminta untuk Menghukum PT. MULTI ARTHA GRIYA untuk membayar Uang Paksa (Dwangsom) kepada KWIK NAUW TJEN dan Olivia setiap harinya apabila PT. MULTI ARTHA GRIYA lalai untuk melaksanakan kewajibannya segera setelah Putusan diucapkan, meskipun terdapat upaya hukum Verzet, Banding, Kasasi dan/atau Peninjauan Kembali, dst….

Adapun yang menjadi pertimbangan hukum oleh Para Majelis Hakim yaitu:

“Bahwa Gugatan Penggugat sebagaimana diuraikan diawal putusan perkara ini pada pokoknya supaya Tergugat dinyatakan Ingkar/cidera Janji (Wanprestasi)’ Bahwa dengan dinyatakan Penggugat berhasil membuktikan pokok gugatannya Maka Majelis berpendapat bahwa angka 2 petitum Penggugat dapat dikabulkan. Kemudian, berdasarkan pertimbangan hukum tersebut. Maka Majelis Hakim memutuskan sebagai berikut , Menghukum dan memerintahkan Tergugat untuk melakukan pembayaran atas kekurangan pengembalian pembayaran Apartemen Westpoint kepada Penggugat I dan Penggugat II, Menghukum Tergugat untuk membayar Uang Paksa (Dwangsom) kepada Para Penggugat setiap harinya apabila Tergugat lalai untuk melaksanakan kewajibannya segera setelah perkara ini berkekuatan hukum tetap. Menghukum Tergugat untuk membayar biaya timbul dalam perkara ini secara tanggung renteng.

Perkara tersebut diputus dalam rapat permusyawaratan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat, pada tanggal 30 Agustus 2021. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat telah memerintahkan PT. MULTI ARTHA GRIYA alias Apartemen Westpoint untuk melakukan pembayaran atas kekuarangan pengembalian pembayaran Apartemen Westpoint kepada KWIK NAUW TJEN dan Olivia. Kemudian, KWIK

NAUW TJEN dan Olivia berhak mendapatkan uang Dwangsom setiap harinya apabila pihak PT. MULTI ARTHA GRIYA lalai melaksanakan kewajibannya segera. Dengan demikian, PT. MULTI ARTHA GRIYA alias Apartemen Westpoint dan juga bayar biaya yang timbul atas perkara Wanprestasi tersebut. (Wiranto)