Law Firm Dhipa Adista Justica (DAJ) Hadir Dalam Beri Bantuan Hukum Untuk Rakyat Dan Pemerintah

Law Firm Dhipa Adista Justicia yang merupakan kantor hukum, memberikan jasa pengacara/advokat/lawyer/konsultan hukum bisnis, Sebagai Pendiri Laksamana TNI (Purn.) Tedjo Edhy Purdijatno, S.H dengan Sekretaris Jenderal Nicho Hezron, S.H dari Kepolisian, terutama Pensiunan Polri Mendirikan Lembaga bantuan Hukum Untuk Masyarakat yang membutuhkan bantuan Hukum untuk melayani banyak masyarakat di wilayah indonesia, membantu pemerintah menyelamatkan Perekonomian masyarakat.

Lembaga tersebut telah melayani masyarakat dari berbagai pelosok nusantara dan memiliki cabang cabang dibeberapa wilayah Indonesia yang selama ini membutuhkan bantuan Perlindungan Hukum.

Tedjo Edhy dan Rekan Rekan dari Kepolisian Republik Indonesia serta Team Pengacara DAJ melayani masyarakat supaya mendapatkan keadilan dan kepastian hukum, “Semua yang dilakukan adalah berasal dari Hati yang sangat mencintai negara dan masyarakat indonesia dan juga berupaya menciptakan Pengacara yang Handal,” ujarnya.

Sekretaris Jenderal Nicho Hezron, SH menyampaikan, “Para Pengacara Dhipa Adista justicia betapa pentingnya Ilmu manajemen dan ilmu Intelligen Bussines disebuah lawfirm,” jelasnya.

“Bagaimanapun, kantor Lawfirm adalah bisnis yang harus punya strategi manajemen dan ilmu Intelligen Bussines agar bisa bertahan di tengah persaingan dunia advokat. Namun ia tidak seratus persen menjadi bisnis yang memperoleh profit. Advokat juga punya kewajiban Sosial,” imbuh Probono.

Dinamika kepengacaraan dengan gaya enterpreneurnya Sekretaris Jenderal Nicho Hezron.SH. Jiwa enterpreneur sangat dibutuhkan untuk mengelola Lawfirm, “Misalnya, seorang advokat harus bisa menguasai cara menentukan tarif jasa hukum,” terangnya.

“Bukan hanya fee jasa hukum, organisasi dan manajemen Lawfirm, tetapi juga bagaimana menjaga loyalitas klien. Dan juga trik memasarkan jasa hukum profesional antara lain melalui pendekatan personal selling,” tambahnya.

Sebuah Lawfirm adalah reputasi dan citra. Kedua Reputasi dan citra merupakan faktor yang amat menentukan kelangsungan hidup bisnis advokat. Untuk membangun reputasi dan corporate image dari sebuah kantor pengacara, “Maka yang diperlukan adalah komunikasi perusahaan, baik terhadap klien, unsur pemerintah yang kerap berhubungan dalam penyelesaian perkara, maupun media massa,” lanjut Nicho Hezron.

Reputasi Lawfirm terbentuk ketika yang kepentingan menerima informasi dan melalui sejumlah pengalaman ketika berhubungan dengan kantor lawfirm. Dari informasi dan pengalaman itulah terbentuk reputasi dan citra, baik atau buruk. Kalau klien merasa puas, tentu citra positif yang muncul. Citra dan reputasi yang baik pada akhirnya melahirkan kepuasan. Dalam jangka panjang, kepuasan klien menimbulkan loyalitas untuk selalu menggunakan jasa hukum.

“Pengacara bekerja secara sistematis. Rapi dalam menyelesaikan setiap kasusnya. Semua tahapan peradilan dia ikuti secara seksama dan menyelesaikan kasus itu hingga tuntas. Dengan demikian, langkah pertama si advokat adalah mempelajari kasus yang akan dia tangani dan mendapatkan data sebanyak-banyaknya. Data itu didiskusikan dengan klien sekaligus bekal untuk menentukan strategi yang bakal dipakai di persidangan kelak,” pungkas Nicho Hezron, SH.